IMAN DI TENGAH KESUKARAN


Nas: “Berbahagialah orang yang tidak menolak Aku.” (Matius 11:6)

Kakak saya pernah berkata, “Memercayai Allah ketika segala sesuatu baik-baik saja itu mudah; Memercayai Allah di tengah keterbatasan dan kesulitan itu baru luar biasa!” Perkataan kakak tampaknya benar! Ketika dihadapkan pada segudang masalah, mampukah kita memercayai Allah sama seperti ketika semua baik-baik saja?

Ketika berada dalam penjara, Yohanes mengutus murid-muridnya kepada Yesus untuk bertanya, “Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?” Saat itu, Yohanes tampak “meragukan” Yesus sebagai Mesias. Padahal sewaktu Yohanes membaptis Yesus, Roh Allah sendiri bersaksi kepadanya: “Inilah Anak-Ku yang terkasih, kepada-Nyalah Aku berkenan.” (Mat. 3:17). Mungkin Yohanes berfikir, “Jika Yesus adalah Mesias, mengapa Dia tidak membebaskan saya dari penjara, sedangkan saya sangat bersemangat untuk memberitakan Injil?” Sebagai tindak balas kepada keraguan Yohanes, Yesus tidak menjawab “Ya” atau “Tidak”, tetapi sebaliknya mengemukakan bukti Keilahian-Nya. Orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan, dan orang miskin mempunyai harapan. Siapa yang boleh melakukannya jika bukan Anak Tuhan?

Setiap daripada kita pasti telah dibantu oleh Allah. Tetapi seperti Yohanes, apabila berhadapan dengan perjuangan yang sukar di mana kita seolah-olah tidak melihat Tangan-Nya bekerja, kita sekali lagi meragui Tuhan. Hakikatnya ialah: bukan Tuhan tidak bekerja, tetapi Dia tidak bekerja mengikut cara kita. Apa pun keadaan hidup kita sekarang, teruskan percaya kepada-Nya! Lebih-lebih lagi, biarlah Dia bekerja dalam hidup kita mengikut kebijaksanaan-Nya! –LIN

WALAUPUN KADANG-KADANG ADA CABARAN, PERCAYALAH KEPADA ALLAH
ADALAH PILIHAN YANG PALING TEPAT UNTUK HIDUP KITA.

Share Button