Sembahlah Dia!

sembahBacaan: Mazmur 95

Charles Spurgeon menyebut Mazmur 95 sebagai “loceng gereja” yang memanggil jemaah beribadah (1-2). Ibadah bermula dengan ucapan syukur kerana kedahsyatan Allah dan karya penciptaan-Nya (3-5). Dialah Allah yang mengatasi segala allah. Hanya Dia Allah! Dia pencipta semuanya. Dia pemilik dan penguasa tunggal atas alam semesta dan atas segala makhluk ciptaan, juga manusia!

Inti mazmur ini ada pada ayat 6-7. Allah bukan hanya Pencipta dan Pemilik hidup. Dia memelihara hidup kita seperti Gembala terhadap domba-domba-Nya. Alasan beribadah menjadi sangat personal, iaitu kerana Dia baik buat saya! Dia Pencipta, yang jauh di sana, tetapi Dia juga dekat di hati saya, di sekeliling saya.

Bila umat Israel mengalami kedekatan dengan Allah yang begitu nyata? Pada saat perjalanan mereka di padang gurun menuju tanah perjanjian. Tuhan memimpin mereka melalui kehadiran tiang awan dan tiang api, serta Kemah Suci di tengah-tengah perkhemahan umat. Ironinya, justeru di situ mereka berulang kali mencobai Allah dengan bersungut-sungut tidak puas, dan memberontak kepada-Nya. Akibatnya dahsyat. Satu generasi dihukum tidak dapat masuk ke tanah perjanjian. Namun, di padang gurun itu pula mereka terus mengalami pengampunan dan pemulihan-Nya! Ini adalah pelajaran dan tanda awas bagi umat Tuhan!

Mazmur 95 mengajak kita menyembah Allah, sekaligus mengingatkan kita agar jangan melalaikan penyembahan sejati kepada-Nya. Apakah Tuhan harus mendatangkan hukuman lebih dahulu agar kita bertaubat? Kita adalah umat yang sudah mengalami kebaikan Allah di dalam Tuhan Yesus. Kita adalah umat yang sudah dijanjikan syurga mulia. Kita sedang menuju ke sana! Apakah kita akan mengulangi kesalahan nenek moyang Israel generasi pertama, atau kita mahu komitmen untuk tetap setia sampai tiba di negeri perjanjian Allah!

Petikan Alkitab : Mazmur 95

95:1. Marilah kita bersorak-sorai untuk TUHAN, bersorak-sorak bagi gunung batu keselamatan kita.
95:2 Biarlah kita menghadap wajah-Nya dengan nyanyian syukur, bersorak-sorak bagi-Nya dengan nyanyian mazmur.
95:3 Sebab TUHAN adalah Allah yang besar, dan Raja yang besar mengatasi segala allah.
95:4 Bagian-bagian bumi yang paling dalam ada di tangan-Nya, puncak gunung-gunungpun kepunyaan-Nya.
95:5 Kepunyaan-Nya laut, Dialah yang menjadikannya, dan darat, tangan-Nyalah yang membentuknya.
95:6 Masuklah, marilah kita sujud menyembah, berlutut di hadapan TUHAN yang menjadikan kita.
95:7. Sebab Dialah Allah kita, dan kitalah umat gembalaan-Nya dan kawanan domba tuntunan tangan-Nya. Pada hari ini, sekiranya kamu mendengar suara-Nya!
95:8 Janganlah keraskan hatimu seperti di Meriba, seperti pada hari di Masa di padang gurun,
95:9 pada waktu nenek moyangmu mencobai Aku, menguji Aku, padahal mereka melihat perbuatan-Ku.
95:10 Empat puluh tahun Aku jemu kepada angkatan itu, maka kata-Ku: “Mereka suatu bangsa yang sesat hati, dan mereka itu tidak mengenal jalan-Ku.”
95:11 Sebab itu Aku bersumpah dalam murka-Ku: “Mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Ku.”

Sumber : Santapan Harian terbitan Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Diterjemahan dari bahasa Indonesia kepada bahasa Malaysia

Share Button

Tinggalkan Balasan