Shalom! Kelemahan dalam hidup kita bukan menjadi batu sandungan pd kita melainkan batu loncatan bagi orang yang percaya. Dalam
2 Korintus 12:10,
"Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat."
Ada satu cerita, ada seorang pemikul air di India memiliki 2 baldi. Kedua-dua baldi itu diisi penuh dengan air, digantungkannya atas kayu yg panjang iaitu satu sebelah kanan dan satu sebelah kiri, lalu dia memikulnya. Perbezaan antara 2 baldi ini iaitu, satu baldi yang bocor manakala satu baldi yang sempurna. Setelah berjalan jauh, ternyata satu baldi yang bocor tertinggal separuh airnya. Sedangkan baldi yang sempurna tetap penuh. Baldi yang bocor berasa malu dengan ketidaksempurnaannya, manakala baldi yang penuh berasa bangga dgn prestasinya kerana seluruh kewajibannya dapat diselesaikan. Selepas 2 tahun, baldi yang bocor itu tidak tahan lagi dan ia pun berkata kepada tuannya, "Aku merasa malu sekali dan ingin meminta maaf atas ketidakmampuanku." "Mengapa engkau harus malu?" Tanya pemikul air itu. "Karena selama dua tahun ini, aku tidak mampu melakukan tugas dengan sempurna, aku hanya dapat menyelesaikan setengah dari kewajibanku, padahal engkau telah bersusah payah membawaku. Lubang pada tubuhku ini menyebabkan air bocor sepanjang jalan" jawab sang baldi. Si pemikul air berkata, "Apakah kamu memperhatikan bahwa di sepanjang jalan, pada sisi kamu berada penuh dengan bunga yang indah, sedang di sisi lain tidak?" "Memang benar, aku telah memperhatikannya," kata sang baldi. Kemudian si pemikul air itu melanjutkan, "Itu terjadi karena aku tahu kekuranganmu dan aku memanfaatkan kelemahanmu. Aku telah menabur bunga di sepanjang sisimu, dan kamu telah menyiramnya setiap hari. Dan hasilnya selama dua tahun ini aku setiap hari dapat menghias meja tuanku dengan bunga-bunga yang indah, yang kamu sirami setiap hari".
Memang kita semua memiliki kekurangan, namun bila kita mahu, Tuhan dapat menggunakan kekurangan itu untuk menghias meja Bapa di surga dan memuliakan-Nya. Jangan kuatir dengan kekurangan kita, pada kelemahan dapat kita temukan kekuatan. Terkadang apa yang menjadi kekurangan kita justeru dapat menjadi kelebihan kita. GBU all......